“Seseorang itu kalau sudah merasa ‘baik’… SULIT DIPERBAIKI”
.
Sungguh perkataan singkat yang amat menusuk dan amat dalam maknanya…
.
[1] Awal mula tertimpanya keburukan bagi seseorang, apabila dia merasa dirinya sebagai ‘orang baik’

.
Perkataan beliau ini mengingatkan kita tentang nasehat dari Ummul Mu`miniin ‘Aa`isyah radhiyallaahu ‘anha ketika beliau ditanya:
.
Ù…َتَÙ‰ ÙŠَÙƒُÙˆْÙ†ُ الرَّجُÙ„ُ Ù…ُسِÙŠْØ£ً
.
Kapan seseorang itu dikatakan buruk?
.
Beliau menjawab:
.
Ø¥ِذَا ظَÙ†َّ Ø£َÙ†َّÙ‡ُ Ù…ُØْسِÙ†ٌ
.
Ketika dia menyangka dirinya seorang yang baik.
.
(At-Taisiir bisyarh Al-Jaami’ as-Shoghiir 2/606; kutip dari web ust. firanda)
.
Benarlah perkataan beliau, awal mula keterperosokan seseorang dalam keburukan, ketika dia menilai dirinya sebagai seorang yang baik. Maka dia pun akan mulai merendahkan orang lain. Maka dia pun merasa serba-berkecukupan, sehingga menghalangi dirinya untuk terus memperbaiki segala keburukannya, kesalahannya, kekeliruannya, serta kekurangan-kekurangannya dalam penunaian kebaikan.
.
[2] Demikian pula, Seseorang itu sulit mendapatkan ilmu, ketika sudah merasa berilmu.
.
Fudhayl bin ‘Iyyaadh ditanyakan tentang tawadhu’, maka beliau menjawab:
.
Ø£َÙ†ْ تَØ®ْضَعَ Ù„ِÙ„ْØَÙ‚ِّ ÙˆَتَÙ†ْÙ‚َادَ Ù„َÙ‡ُ ÙˆَÙ„َÙˆْ سَÙ…ِعْتَÙ‡ُ Ù…ِÙ†ْ صَبِÙŠٍّ Ù‚َبِÙ„ْتَÙ‡ُ Ù…ِÙ†ْÙ‡ُ، ÙˆَÙ„َÙˆْ سَÙ…ِعْتَÙ‡ُ Ù…ِÙ†ْ Ø£َجْÙ‡َÙ„ِ النَّاسِ Ù‚َبِÙ„ْتَÙ‡ُ Ù…ِÙ†ْÙ‡ُ
.
Engkau tunduk dan patuh pada kebenaran, meskipun engkau mendengarnya dari seorang anak kecil; (ketika engkau mendapati ia menyampaikan kebenaran), maka engkau menerima kebenaran tersebut darinya. Meskipun engkau mendengarnya dari manusia yang paling bodoh; (ketika engkau mendapati ia menyampaikan kebenaran), maka engkau menerima kebenaran tersebut darinya.
.
Comments
Post a Comment